Header Ads

 

Alamak, Kegiatan Kesbang Linmas Simalungun Terkait Sosialisasi Pilgub 2018 Sebesar Rp 400 Juta

SIMALUNGUN -  Ternyata kegiatan Kesbang Linmas bekerja sama dengan Pemkab Simalungun terkait kegiatan sosialisasi peningkatan kewaspadaan dini masyarakat dalam tim pengamanan konflik sosial dalam menyambut Pilgub 2018 menyerap dana APBD Pemkab Simalungun yang cukup fantastik yakni sebesar Rp 400 juta, yang diselenggarakan di gedung aula harungguan yakni tanggal 10/03/2018 lalu.

Kepala Kesbang Linmas Jan Sardion saat dikonfirmasi awak media terkait besaran biaya yang dianggarkan untuk kegiatan acara sosialisasi tersebut awalnya mengelak dan terkesan enggan menjawab.

"Tak usahlah bang ditulisi berapa besarannya," ujar Jan Sardion, usai mengikuti hari Pendidikan Nasional di SMP Negeri I Raya.

Karena awak media ini terus mengejar Jan Sardion untuk menanyai langsung besaran anggaran yang digunakan, akhirnya Sang Kadis pun mengakuinya.

"Sebesar Rp 400 jutaanlah," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Terkait adanya pembagian amplop uang pada ratusan tamu undangan dari Intansi, PNS dan Pangulu dalam acara sosialisasi Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Tim Penanganan Konflik Sosial dalam menyambut Pilgub 2018 mendatang. Kabid Kesbang Linmas Nurintan Rayani Saragih gerah saat dikonfirmasi sejumlah media.

Sebelumnya, Kepala Badan (Kaban) Kesbang Limas Simalungun Drs Jan Sardion Purba, saat dikonfirmasi sejumlah awak media dirinya menyarankan agar menanyakan langsung pada anggotanya yakni Nurintan Rayani Saragih, akan tetapi sangat disayangkang saat sejumlah media mempertanyakan hal itu malah Kabid  yang satu ini tidak bersedia menjawab. "Lah wartawan ini malah nanyakan yang aneh-aneh," ujar Nurintan sambil beranjak menjauh.

Tak sampai disitu, para awak media pun mengejar sang Kabid tersebut. Dan lagi-lagi  Nurintan diduga berupaya menyuap para media dengan pecahan uang Rp 50 agar tidak melanjutkan pertanyaan terkait dari mana dana dan besaran anggaran sosialisasi Kesbang Linmas tersebut.

"Udalah bang, ini ajalah buat kalian," ucapnya sambil menyodorkan uang sebesar Rp 50 pada masing masing media.

Tindakan Kabid Kesbang Linmas tersebut jelas menimbulkan pertanyaan besar, karena selain adanya dugaan korupsi perbuatan pembagian uang pecahan Rp 50 ribu pun kemudian ditolak para wartawan tersebut karena dipandang melecehkan sejumlah awak media yang meliput.

 Akan tetapi pantauan media ini, satu oknum media kemudian menerima titipan dari oknum Kabid dimaksud agar dibagikan pada para wartawan lainnya, namun hal itu pun tetap ditolak sejumlah awak media yang meliput.

Editor : Gordon
Liputan : Dani R.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar