Header Ads

 

Korban Penganiayaan Tewas di Komplek Cendana PT. Bridgestone Dituduh Mencuri


SIMALUNGUN - Masih ingat seorang laki-laki yang diduga Hendak mencuri didalam rumah hingga tewas ditangan pemilik rumah yang baru baru ini, pelaksanaan reka ulangnya dilaksanakan di Komplek Sat Reskrim Polres Simalungun pada Senin ( 4/01) lalu.


Korban dikabarkan mengalami gangguan kejiwaan atau Depresi,  mengetahui lebih dekat sosok kepribadian Almarhum Youvanry Aldryansyah Purba (21) yang meninggal di rumah salah seorang manager di PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate Melangir, Nagori Dolok Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, pada Minggu (27/12) dini hari pagi sekira pukul 00.40 WIB yang lalu,dan kematiannya menyisakan tanda tanya besar.


Informasi langsung ke kediaman Almarhum yakni Lingkungan perumahan SD tempat tinggal dari Almarhum Youvanry Aldryansyah Purba (21) warga Komplek perumahan SD 2 Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar,pada jumat (08/01/2021).


Menurut Sumarni yang merupakan orang tua Almarhum Youvanry Aldryansyah purba (21) bahwa anaknya memiliki kekurangan yakni mengalami gangguan kejiwaan " gimana seperti orang gila itu,ya sudah mengalami seperti itulah dia (yovanry),namun sudah setahun belakangan ini dia sudah sedikit berubah (Membaik),cuma dia tidak pernah mau keluar rumah lagi,didalam rumah aja sama kami,disuruh pangkas nggak mau,Nanti kalau mandi,mau sampai berminggu-minggu nggak mandi,cakap (bicara) kurang mau lah dia untuk bicara". Terangnya dengan pandangan mata memancarkan kesedihan.


Ibunya menceritakan bahwa youvandry semasa hidupnya,mengalami gangguan kejiwaan selama 3 tahun terakhir ini, dan dikarena keterbatasan biaya hidup, keluarganya tidak mampu membawanya berobat ditempat rehabilitas untuk gangguan kejiwaan.hanya konseling ke klinik atau dokter saraf dan hanya mampu mendapatkan obat obatan dari resef dokter.


Dan sedikit ada perubahan dari sebelumnya setelah mengkonsumsi obat resep dokter,namun tidak sembuh total,dan tetap saja statistik kejiwaannya naik turun,kadang mau dikasih obat kadang tidak,jika dirinya merasa demam,youvanry mau ketika diberi minum obat resep dokter tersebut.


Ibunya menceritakan kembali ketika malam kejadian itu tidak memiliki firasat apapun mengenai anaknya dan ketika yovanry keluar rumahpun tidak permisi,atau bicara apapun sebab seperti biasanya hari-hari Yovanry hanya dihabiskan dengan mendengarkan musik dikamar tidurnya dengan volume suara yang kuat dan bising menurutnya ketikat mendengarkan musik dengan suara yang kuat dan bising youvanry terlihat tenang.


Ada hal yang sangat disukai youvanry semasa hidupnya yaitu Sepeda Motor Honda tahun 70, ibunya pun melanjutkan kembali cerita tentang Kepribadian Anaknya bahwa almarhum suka dengan sepeda motor bututnya tersebut,setiap hari mengendarai sepeda motor bututnya hanya sekeliling depan rumah" ya nanti kalau keluar dari pintu hidupkan kreta(Sepeda Motor) ya hanya depan rumah ini aja,sekali sampai dua kali keliling depan rumah,ya udah berhenti dan masuk rumah lagi". Terangnya sembari menirukan suara sepeda motor tersebut.


Kepribadian yovanry semenjak mengalami gangguan kejiwaan membuat keluarga terpukul,bahkan untuk bicara saja tidak mau.bahkan teman temannya datang untuk mengajak almarhum bermain sekalipun youvandry tidak mau.ibunya menceritkan pernah suatu saat yovanry keluar dari rumah kesiantar dan berjalan kaki" sudah lama sekali ini pak waktu dulu lah,pernah keluar rumah jam sembilan malam,jalan kaki kesiantar dan bawa tas ransel,isi tasnya buku buku bekas,Atlas,buku yasin kecil,photo-photo buleknya(tante),pokoknya buku buku yang sudah nggak penting-penting lagi lah pak.


Dari cerita yang dikisahkan ibunya,bahwa almarhum semasa hidupnya tidak pernah mengganggu orang lain meskipun dalam kondisi gangguan kejiwaan dan bahkan tidak mau berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain.


Dengan mata berkaca-kaca dan sedih,Sumarni Shock dan tidak menyangka hal yang ditimpa anaknya tersebut,dan berharap keadilan terhadap hal yang dialami Almarhum Anaknya." Saya minta keadilan lah pak," pungkasnya.


Dani R.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar