Header Ads



Empat Siswa Tewas Terseret Arus Sungai, Ini Kata Bupati Nias Selatan

Empat Siswa Yang Tewas Terseret Arus Sungai
(Gambar Istimewa)

NIAS -  Empat orang Siswa tewas terseret arus  sepulang dari sekolah (5/9/2018). Kejadian ini terjadi saat para Siswa hendak menyebrangi sungai.

Memang di sungai tersebut tidak ada alat bantu penyebrangan sungai, baik berupa rakit ataupun ban dan tali.

"Camat serta anggota PUPR sedang mempersiapkan jembatan penyeberangan sementara untuk antisipasi agar tidak terulang kembali," kata Hilarius Duha Kamis (5/9/2018).

"Di daerah kami terlalu banyak titik sungai. Terlalu banyak. Ada sungai yang lebarnya mencapai 120 meter, 100 meter, ada juga yang lebarnya kecil-kecil. Untuk itu, kami akan cek lagi tempat-tempat lain karena daerah kami sedang musim hujan," lanjutnya.

Dia berharap pihak Pemerintah Pusat dapat memberikan anggaran sebagai sarana penyebrangan, minimal jembatan gantung untuk lewat orang saja.

Hilarius juga mengatakan kondisi anak-anak sekolah yang menyeberangi sungai itu memang banyak dialami di daerahnya. Dia menggambarkan tak semua Desa memiliki Sekolah. 

Memang tidak ada pengawasan orang tua kepada anak-anaknya ketika menyebrangi sungai ketika hendak menyebrangi sungai, baik ketika berangkat Sekolah dan ketika pulang Sekolah.

"Hal ini disebabkan pula akibat dari tidak adanya Sekolah di setiap Desa, sehingga para Siswa harus menyebrangi sungai agar dapat sampai ke Desa yang mempunyai Sekolah," lanjutnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa memang tidak ada pengawasan dari orang tua, dikarenakan orang tua para Siswa pergi berkebun.

"Orang tuanya kan pada ke kebun untuk mencari penghidupan, anaknya berangkat sendiri. Mereka memang sudah terbiasa begitu. Kalau yang TKP ini tempat kejadiannya jauh, terpencil di dalam. Mereka sudah terbiasa berangkat sendiri ke sekolah. TKP kejadian itu, lebar sungainya termasuk kecil, 5-6 meter. Tetapi tidak menyangka tiba-tiba terjadi banjir besar dan banyak," sambungnya.

"Tidak ada rakit, karena tidak bisa dipakai, sungainya berbatu-batu, arusnya kencang," lanjutnya.

"Kami sampaikan turut berdukacita. Kami sedang menginventarisir titik-titik mana saja untuk dibangun jembatan. Kami berharap dibantu pusat, karena anggaran kami juga terbatas," tegasnya.


Sumber : detik.com
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar