Menyatukan Langkah di Bulan Suci: Kisah Tapis Siahaan, Bendahara PAC PDI-P Batu Aji yang Menghayati Nilai-Nilai Ramadan


BATAM - Suasana kebersamaan dan toleransi mewarnai acara buka puasa bersama yang digelar pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan anak ranting PDI Perjuangan Kecamatan Batu Aji, Minggu (8/3/2026) sore. Bertempat di Beta Copy Tanjung Uncang, momen Ramadan ini menjadi lebih istimewa karena dipimpin langsung oleh sosok yang meski berbeda keyakinan, namun sangat menghayati esensi bulan suci.


Tapis Dabbal Siahaan, Bendahara PAC Batu Aji yang juga anggota DPRD Kota Batam, tampak akrab berdialog dan berbagi tawa dengan puluhan kader partai yang sebagian besar beragama Islam. Acara yang mengusung tema "Membangun Komunikasi di Antara Pengurus Kecamatan Batu Melalui Nilai-Nilai Ramadan" ini juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batam, Nuryanto (Cak Nur), beserta jajaran pengurus lainnya.


Sorotan utama dalam acara tersebut adalah momen pembagian parsel Lebaran kepada para kader dan pengurus. Namun, yang paling menarik perhatian adalah sambutan hangat Tapis yang justru memberikan ceramah inspiratif tentang makna puasa dari sudut pandangnya sebagai seorang non-Muslim.



Dengan lugas dan penuh penghayatan, Tapis menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah merasa asing dengan nilai-nilai yang diajarkan di bulan Ramadan.


"Meski saya tidak beragama Islam, saya memahami betul bahwa puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari keinginan pribadi demi tujuan yang lebih besar. Saya melihat betapa teman-teman muslim menjalani ibadah ini dengan penuh keikhlasan," ujar Tapis isai pemberian parsel lebaran.


Politikus PDI-P ini kemudian mengaitkan nilai-nilai Ramadan dengan dunia politik dan kepemimpinan. Menurutnya, esensi puasa sangat relevan dengan bagaimana seharusnya seorang pemimpin atau politisi menjalankan amanah rakyat.


"Bulan ini tidak hanya menjadi waktu untuk menunaikan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan. Jika dalam puasa kita belajar menahan lapar dan haus, maka dalam politik kita harus belajar menahan haus kekuasaan dan lapar akan keuntungan pribadi. Politik seharusnya dijalankan dengan semangat yang sama seperti puasa, mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya," tegas anggota Komisi IV DPRD Batam tersebut.


Lebih dalam lagi, Tapis menyoroti dimensi sosial dan politik yang tersimpan dalam ibadah puasa. Ia menilai, praktik puasa bukan sekadar ritual individual, tetapi mencerminkan sistem nilai yang dapat membangun tatanan masyarakat yang lebih adil.


"Puasa tidak hanya membentuk karakter pribadi, tetapi jika nilai-nilainya seperti kejujuran, kesabaran, dan empati diterapkan dalam ruang publik, saya yakin kita bisa membangun tatanan masyarakat yang lebih harmonis. Saya sebagai bagian dari PDI-P di Batu Aji ingin turut merasakan semangat perbaikan diri ini bersama-sama," tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Batam, Nuryanto (Cak Nur), mengapresiasi inisiatif dan kepedulian Tapis. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di internal partai justru menjadi kekuatan.


"Inilah wajah PDI Perjuangan. Kami menjunjung tinggi kebhinekaan. Pak Tapis menunjukkan bahwa menjadi kader partai tidak hanya sekadar struktur, tapi juga mampu meresapi nilai-nilai keagamaan dan sosial yang berkembang di masyarakat. Ini contoh baik bagaimana kita membangun komunikasi dan soliditas di bulan yang penuh berkah ini," ujar Cak Nur.


Kegiatan buka bersama yang dirangkaikan dengan pemberian parsel ini pun berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi penguat konsolidasi politik di wilayah Batu Aji menjelang berbagai agenda strategis ke depan. Tapis, dengan segala kesederhanaannya, telah menunjukkan bahwa menghargai bukan hanya soal sikap, tapi tentang memahami dan merasakan.


Editor red/don

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar