Header Ads


 

Berlibur Bersama Keluarga, Seorang Anak Sekolah Tewas di Pantai Kasih Tigaraja

SIMALUNGUN - Seorang bocah yang masih berstatus sekolah tewas tenggelam saat berenang di tempat wisata Pantai Kasih, Danau Toba, Simalungun. Korban diketahui warga Medan yang berlibur bersama keluarganya. Minggu (14/06/2020).

Wisata Pantai Kasih, Danau Toba, baru saja di buka kembali setelah sebelumnya ditutup karena wabah covid-19. Namun, naas tidak bisa dielekkan, dihari pertamanya buka, seorang bocah harus kehilangan nyawa saat berenang di lokasi wisata itu.

Hal itu sesuai Laporan Polisi Nomor : LP / 31/ VI/ 2020 / Simal Sek Parapat , Tanggal 14 Juni  2020. Sekira pukul 12:30 WIB.

Berdasarkan kronologis dari pihak kepolisian,  diperairan Danau Toba  Pantai Kasih, tepatnya di kawasan Dermaga pelabuhan kapal OPS Marihat Permai  Jln Marihat Kelurahan Tiga Raja Kecamatan Girsang Simpangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Darhot Situmorang, Warga Kln Bromo Lrk  Arya No. 2 Kelurahan Tegal sari  Medan Kota (Orang Tua Kandung Korban), Afwan  Yasir  Hasibuan (12) K
Korban yang tewas tenggelam itu pertama diketahui oleh salah seorang Nahkoda Kapal KM Jam Coky Situmorang (40) warga Ajibata Kabupayen Toba Samosir.

Menurut keterangan orang tua korban Darhot Hasibuan STHI,  beserta rombongan keluarga tiba di Pantai Kasih di Jln Marihat Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Sekira pukul  12.20 Wib, Darhot Hasibuan, berenang bersama keluarga termasuk salah satu anaknya yang bernama Afwan Yasir Hasibuan  Namun tidak beberapa lama berenang kemudian Keluar dari air dan meninggalkan Korban beserta keluarga yang lainnya. 

Akan tetapi tidak berapa lama orang tua korban pun tiba tiba mendegar teriakan dari NahnKoda KM Jam Coky Situmorang yang mengatakan 'Anak siapa ini", sambil langsung melompat ke dalam air untuk mengankat korban tengelam dimaksud.

Seketika warga dan juga orang tua korban Darhot Hasibuan, yang mengenalinya langsung mengatakan "itu anak saya".

Selanjut membawa korban ke pingir dan diberikan pertolongan kemudian di bawa ke UGD RSU Parapat dengan mengunakan Speedboat, dan sesampai di UGD RSU Parapat dokter mengatakan korban sudah tidak dapat lagi tertolong yakni telah meninggal dunia.

Dirut Rumah sakit Parapat Elisabet Membenarkan pihaknya  telah melakukan upaya semaksimal mungkin namun tuhan berkata lain ucapnya.

Personil Polsek Parapat yang tiba dilokasi kejadian Perkara (TKP) kemudian melakukan olah TKP serta  melakukan pemotretan dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Liputan Dani R
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar