Header Ads

 

Tega Betul, Anak Telantarkan Ibu Karena Sudah Kenal Bule di Bali

Dok : Istimewah.
MEDANTERKINI.COM - Ibarat pepatah "Air Susu dibalas Air Tuba," hal inilah yang dirasakan seorang ibu asal kota Medan yang sudah bersusah payah membesarkan dan mendidik anaknya hingga besar sehingga mengenal dunia panah ini. 
Ironisnya, perjuangan ibu yang telah membesarkan anak tersebut bukannya mendapat balasan dari sang anak, malah sang ibu itu pun tak ditelantarkan setelah dianak menikah dengan seorang bule. Kejadian ini terjadi di Bali.
Dikutip dari laman Tribunmedan.com, sebuah video tentang kelakukan anak perempuan yang menelantarkan ibunya di Bali sendirian viral di media sosial.
Video ini pertama kali dibagikan akun Facebook bernama Andre pada Jumat (3/8/2018).
Kemudian video ini banyak dibagikan akun Facebook lainnya.
Foto : Istimewah/Tribun
Dalam video tersebut seorang ibu meraung-raung menangis di tepi jalan sebuah gang. Ibu yang mengaku dari Kota Medan, Sumatera Utara ini mengutarakan bahwa dia ditelantarkan anaknya.
Padahal dia datang jauh-jauh dari Kota Medan untuk melihat anaknya menikahi pujaan hatinya, yang merupakan seorang Pria Bule di Bali.
Padahal dia datang jauh-jauh dari Kota Medan untuk melihat anaknya menikahi pujaan hatinya, yang merupakan seorang Pria Bule di Bali.
Namun saat sampai di Bali, ibu itu bercerita bahwa anaknya tersebut tak mau menemuinya karena diduga tak mau mengakui ibunya.
Hal ini pun membuat dia menangis menjadi-jadi di pinggir jalan sebuah gang di Bali. Suara tangisan ibu tersebut pun menarik perhatian warga.
Warga pun berkumpul dan mencoba menenangkan si ibu.
Seorang perempuan muda pun mencoba mengajak si Ibu untuk tenang dan memberikan pelukan.
Sang ibu pun semakin menjadi-jadi menangis mengingat kelakukan anaknya. Apalagi melihat perempuan yang menolong dirinya masih muda.
Dalam tangisnya, ibu ini mengutarakan dia hanyalah seorang penjual jamu di Kota Medan, dan dia menyekolahkan anaknya hingga tamat kuliah, namun perlakuan anaknya sangat miris kepadanya.
"Ibu itu sekolahkan dia, ibu itu cuma tukang jamu. Ibu sudah kuliahkan dia," kata ibu itu sambil memeluk seseorang yang memakai helm.
Dengan terus menangis, ia bercerita pada warga yang mengerumuninya, dia mengutarakan bahwa dia tidak mengerti kenapa anak-anaknya berdusta kepadanya.
Seseorang pun terdengar menawarkan bantuan pada ibu tersebut untuk mengantar ke rumah anaknya.
Namun Ibu tersebut tidak memiliki alamat pasti rumah anaknya lantaran anaknya tidak mau memberikan. 
Dari yang disampaikan orang-orang yang ada di dalam video, anak ibu ini bekerja di SPA di daerah Canggu, Bali.
Bahkan sekadar berkomunikasi melalui telepon saja anak ibu tersebut tidak mau.
"Bohong dia itu, di sama adeknya di situ, sudah kerja sama mereka," tangis ibu tersebut.
Saat ditenangkan, ibu ini pun kembali meminta tolong kepada warga sekitar untuk dipertemukan dengan anaknya.
"Ade kan juga perempuan, mudah-mudahan adek tidak merasakan seperti ibu. Tolong ibu dek," ujarnya memegang kedua tangan perempuan di depannya. 

Saat ditawari supaya menginap di hotel dulu, seraya mencari tahu keberadaan anaknya, ibu ini pun kembali menangis dan menolak tawaran tersebut.
"Ngak usah dek. Biar aja saya disini, ngak ketemu, biar dia tahu, dia memang ngak nyesal lagi, dia lebih memilih bule itu dari pada mamaknya," ujarnya dalam tangisnya. 
Belum diketahui seperti apa nasib ibu ini seperti apa sekarang, Tribun Medan masih mencari keberadaan keluarganya sehingga belum ada keterangan lanjutan dari pihak keluarga ibu tersebut.
 Berikut keterangan lengkap pada unggahan tersebut:
"MIRIS! JAUH - JAUH DARI MEDAN DATANG KE BALI, IBU INI MALAH TIDAK DI AKUI OLEH ANAKNYA (emoji).
Ibu ini jauh jauh dari Medan ke Bali hanya untuk bertemu anaknya yang akan menikah dengan seorang bule. Tapi sesampainya ibu ini di Bali, anak nya malah tidak mau menemui ibunya karena malu mengakui ibunya.
Anak yang ia besarkan dengan susah payah mengkuliahkan anaknya sampai sarjana dengan berjualan jamu keliling namun apa mau di kata, anaknya sama sekali tidak mau walau hanya sekedar berkomunikasi dengan telfon.
Semoga ini menjadi pelajaran untuk anak perantauan. Tidak ada kesuksesan tanpa doa dari orang tua!".
Postingan ini telah menyedot perhatian pengguna media sosial dan dibagikan ribuan kali, meski baru diunggah beberapa jam.
Selain itu, postingan itu telah mendapat ribuan komentar dari pengguna Facebook.

(Sumber Tribun Medan.com)
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar