Penggerebekan Casino Judi Berdampak Ke Karyawan Gelper di Batam, Ratusan Orang Teriak Minta Dibukakan Pintu Rezeki!


BATAM — Di balik gemerlap penggerebekan besar-besaran yang menyeret nama bos kasino kondang Akau alias Suwandi ke Bareskrim Mabes Polri, ada jeritan pilu yang nyaris tak terdengar. Ribuan pekerja gelanggang permainan (Gelper) di Kota Batam kini terancam kehilangan mata pencaharian sejak seluruh aktivitas tempat mereka bekerja dihentikan pascapenggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (15/8/2026) lalu.


Padahal, sebagian besar Gelper yang kini tutup total mengantongi izin resmi yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Kini, mereka hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah membuka kembali pintu rezeki yang tertutup rapat.


Dono (40), salah seorang teknisi di sebuah Gelper di kawasan Nagoya, menuturkan kegundahannya dengan suara lirih di hadapan awak media, Jumat (21/8/2026). Menurutnya, tempatnya bekerja sangat berbeda dengan casino judi yang menjadi sasaran penggerebekan Mabes Polri.


"Pak Wali Kota Batam yang terhormat, tolonglah kami, Pak. Sudah berhari-hari kami tidak bekerja. Anak-anak kami butuh makan, butuh biaya sekolah dan kebutuhan lainnya," ucap Dono dengan mata berkaca-kaca di depan lokasi Gelper tempatnya mengabdi, ditemani sejumlah rekannya yang bernasib sama.


Para pekerja ini mengaku datang ke lokasi Gelper bukan untuk berdemo, melainkan hanya untuk mencari secercah harapan. "Mana tahu sudah kembali bekerja, Bang. Makanya kami ke sini untuk dapat informasi," terangnya polos.


Nasib serupa menimpa Lastri (26), warga Baloi yang merupakan ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga. Ia mendatangi lokasi tempatnya bekerja dengan perasaan cemas tak karuan. Lastri berharap Gelper segera dibuka kembali, karena baginya, tak ada lagi tempat yang mau menerima dirinya di usianya yang kini dinilai "tua" untuk bersaing di dunia kerja formal.


"Usia dan status saya sudah tidak bisa lagi bersaing untuk bekerja di perusahaan, Pak. Kemana lagi saya diterima kalau bukan di Gelper ini? Kalau berlama-lama tutup begini, mau kasih makan apa anak-anak saya di rumah?" keluhnya dengan nada putus asa.


Sementara itu, Kardo (42), seorang pemerhati sosial, mendesak pemerintah kota agar segera mengambil tindakan nyata. Ia menyoroti ironi bahwa pengusaha Gelper telah mengantongi izin resmi dari pemerintah. "Biarkan penegak hukum dan pemerintah melakukan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan. Jangan karena ulah satu pengusaha casino, semua Gelper disuruh tutup. Gelper dengan casino itu kan sudah jauh berbeda," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi tanggapan resmi dari Dinas terkait serta Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang sebelumnya menyatakan akan menindaklanjuti hasil temuan aparat kepolisian. Namun, bagi ribuan pekerja yang menggantungkan hidup dari Gelper, waktu terus berjalan, dan perut keluarga mereka tak bisa menunggu birokrasi.


Editor red.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar