Ancaman Kebebasan Pers di Batam? Wartawan Digrebek, HP Disita, Video Di-Hapus; IWO: "Hentikan Arogansi Aparat!"
BATAM – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Batam, Oki Indra, melayangkan tembakan keras ke institusi Polri. Ia memastikan akan membawa kasus dugaan perampasan ponsel dan penghapusan paksa video liputan oleh oknum Dittipidnarkoba Bareskrim Polri ke Divisi Propam Mabes Polri. Langkah ini diambil buntut dari insiden penggerebekan di F1 Club, Hotel Planet Holiday Batam, Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kasus ini bukan lagi soal satu unit HP, melainkan soal matinya hak publik untuk tahu. Oki Indra dengan lantang menceritakan betapa arogannya oknum aparat saat dirinya tengah menjalankan tugas jurnalistik.
"Saya sudah bilang wartawan berulang kali! Saya ambil gambar dari ruang terbuka, tapi HP saya tetap dirampas paksa dan video liputan dihapus begitu saja," tegas Oki kepada wartawan, Senin (16/8).
Beruntung, video penting tersebut masih tersimpan di folder sampah dan berhasil dipulihkan. Namun, trauma dan kemarahan atas perlakuan ini tetap membara.
Oki menegaskan bahwa perangkat kerja wartawan bukanlah barang pribadi biasa. Kamera dan HP yang digunakan di lapangan adalah senjata jurnalistik untuk mengumpulkan bahan informasi publik. Ketika aparat merampas dan menghapusnya, mereka sama saja merampas hak masyarakat untuk mengetahui sebuah peristiwa.
"UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 itu bukan pajangan! Aparat punya tupoksi menegakkan hukum, tapi wartawan juga punya hak dilindungi undang-undang," ujar Oki.
Ia menyoroti bahwa jika ada pelanggaran dari wartawan, selesaikan secara hukum. Namun, sebaliknya, jika aparat melampaui kewenangan, harus ada mekanisme pemeriksaan yang jelas.
"Seragam tidak boleh menjadi alasan untuk bertindak di luar prosedur. Kewenangan jangan berubah jadi arogansi!" serunya.
Oki berharap Kadiv Propam Mabes Polri dan Kapolri segera merespons. Ia meminta pemeriksaan transparan terhadap oknum yang diduga merampas ponsel dan menghapus video.
"Kami mitra Polri, bukan musuh. Kenapa harus berlaku arogan? Pemeriksaan ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kepada wartawan lain di seluruh Indonesia," pungkas Oki.
Langkah ini diharapkan menjadi preseden bahwa kebebasan pers harus dihormati, dan tidak ada ruang bagi oknum aparat yang bertindak di luar kewenangan.
Tim IWO




Post a Comment