Dua Tahun Nunggu Wakil Rakyat Datang, Warga Mutiara Indah Langsung Guyur Aspirasi: Mulai Air Keruh hingga Subcon Nakal!
BATAM – Suasana haru sekaligus semangat membara menyelimuti Fasum RT 05, Perumahan Mutiara Indah, RW 24 Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji, Selasa (31/3/2026). Ratusan warga yang telah dua tahun lamanya menanti kehadiran wakil rakyat di tengah mereka, akhirnya bernapas lega. Kedatangan anggota DPRD Kota Batam, Tapis Dabbal Siahaan dari Fraksi PDI Perjuangan Komisi IV, disambut bak pahlawan yang datang membawa harapan baru.
Ketua RW 24, Suharto, dengan lantang mewakili warganya menyuarakan kegelisahan yang selama ini terpendam. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa sejak Pemilu 2024 lalu, baru kali ini ada anggota dewan yang menyambangi rumah mereka untuk reses.
"Memang dua minggu lalu saya nekat menghubungi Pak Tapis. Saya minta beliau datang ke sini. Alhamdulillah, permintaan itu dikabulkan. Ini bukti bahwa warga tidak dilupakan," ujar Suharto disambut riuh tepuk tangan warga yang hadir.
Tak ingin kehilangan momen, Suharto pun membeberkan sederet masalah pelik yang membelenggu kenyamanan warga. Ia menitipkan dua prioritas utama: drainase tersumbat yang nyaris tak berfungsi dan fasilitas umum yang memprihatinkan. Namun, yang paling menyentak adalah protes keras terkait kualitas air bersih yang dikelola oleh APH (Agen Pemegang Hak) di wilayah tersebut.
"Air di sini bercampur lumpur, Pak! Ini yang kami minum, ini yang kami pakai untuk isi ulang galon. Saya minta Dinas Kesehatan turun ke sini, lakukan monitoring. Jangan sampai kesehatan warga jadi taruhan karena air yang tidak layak," tegas Suharto, yang langsung disambut anggukan penuh perhatian oleh dewan dan jajaran dinas terkait yang turut hadir.
DPRD Berpihak: Sidak Perusahaan Nakal hingga Penyegelan Depot Ilegal
Tidak hanya sekadar mendengar, Tapis Dabbal Siahaan yang akrab disapa Tapis itu langsung bergerak cepat. Di hadapan ratusan warga, ia memberikan komitmen keras bahwa DPRD akan menjadi tameng bagi hak-hak masyarakat.
Menanggapi keluhan warga tentang perusahaan Subcon yang nakal—yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan—Tapis menyampaikan strategi tegas.
"Saya minta warga yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera membuat laporan resmi ke Komisi IV DPRD. Kita akan lakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lapangan. Jangan main-main dengan hak pekerja!" seru Tapis dengan nada tegas.
Tak berhenti di situ, Tapis juga menyoroti masalah air bersih dan depot isi ulang yang diduga beroperasi tanpa izin layak. Ia memberikan arahan yang tidak main-main kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Batu Aji.
"Saya minta tindakan tegas. Jika ada pengelola air galon isi ulang yang izinnya tidak lengkap atau airnya tidak layak, segel dan tutup saja! Kesehatan masyarakat adalah hukum tertinggi di sini," perintahnya, yang sontak disambut gemuruh tepuk tangan warga.
Terkait keluhan pelayanan IGD rumah sakit yang kerap membingungkan warga soal rawat inap dan rawat jalan, Tapis juga meminta BPJS Kesehatan untuk memberikan edukasi massal. "Jangan sampai warga bingung dan dirugikan oleh sistem yang tidak jelas. BPJS harus hadir memberikan penerangan secara terang-terangan," tambahnya.
Sebagai prioritas utama yang akan langsung diperjuangkan, Tapis memastikan pembangunan drainase di RW 24 Perumahan Mutiara Indah akan menjadi fokus utamanya di komisi IV.
"Anggarkanannya akan saya prioritaskan. Warga tidak boleh lagi kebanjiran karena drainase mampet. Itu harga mati," janjinya.
Pesan Moral di Tengah Musim Kemarau
Di akhir acara yang berlangsung akrab tersebut, Tapis tak lupa menyelipkan pesan moral. Mengingat Batam sedang dilanda musim kemarau dan rentan kebakaran hutan, ia mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan.
"Kita jaga lingkungan bersama. Jangan sampai karena kelalaian kecil, kita justru menciptakan musibah baru. Mari kita sukseskan reses ini dengan gotong royong membangun Buliang yang lebih baik," pungkasnya.
Acara reses yang juga dihadiri oleh BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas Batu Aji, serta perangkat kelurahan ini menjadi bukti nyata bahwa DPRD hadir, mendengar, dan bertindak. Warga Mutiara Indah pun pulang dengan senyum lega, membawa secarik kertas janji yang diyakini akan ditagih perjuangannya.
Editor red/Don.




Post a Comment