Header Ads


 

Boru Sinaga Datangi Lokasi Proyek Perbaikan Jembatan Simpang Gapura


"Khawatir Lahan Miliknya Tidak Di Perdulikan Oleh Pemerintah, Memalui Proyek BPBD Simalungun Yang Saat Ini Dalam Pengerjaan Oleh Pihak Kontraktor dari CV. Canaya dan Kons Supervisinya  CV. Lewice Karya Prima". 


SIMALUNGUN - Boru Sinaga siang tadi kembali  datangi lokasi proyek perbaikan jembatan yang berada di Gapura wilayah Kecamatan Raya menuju Mako Polres dan Kodim 0207 Simalungun.


Kedatangannya itu tiada lain meminta pertanggung jawaban pihak pemerintah terkait lahan sawah miliknya yang rusak tertimbun material batu dan tanah dari jembatan yang roboh diakibatkan oleh bencana longsor beberapa pekan lalu itu.


Keresahannya Boru Sinaga terkait lahan pesawahan yang hingga kini, belum bisa ditanami bahkan kondis lahannya itu kini makin tambah parah di akibat menjadi tempat lokasi pengerjaan Proyek Pemerintah Pemkab Simalungun. 


Tampak dilokasi Sekban Bencana dari Dinas BPBD Simalungun, Manaor Silalahi, Camat Raya Septiaman Purba, Kapolsek Raya AKP Alwan dan Lurah Sondiraya Bill Morgan didampingi Kepling Setempat.


Camat Raya Septiaman Purba menyampaikan pada warga yang menuntut, bahwa ini adalah Proyek Pengerjaan BPBD Pemerintah Kabupaten Simalungun. 


Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait untuk penyelesaian masalah yang timbul. " Pihaknya akan mencarikan Solusi dan jalan terbaik untuk permasalahan itu" 


Sedangkan Sekretaris Badan  Penanggulangan Bencana Daerah, Manaor Silalahi yang berhasil dimintai tanggapannya mengatakan,  mewakili Kepala Dinas BPBD Simalungun Ramadhan Damanik " 


Kita akan tetap mencari jalan terbaik, untuk menanggulangi hal tersebut, Namun kalau Masyarakat minta ganti rugi  untuk ganti rugi kita serahkan kepada pak Camat Raya lah bang, Sebab BPBD Kabupaten Simalungun  Nggak punya pos untuk ganti rugi" jelasnya. 


Hal itu pun serupa dengan yang disampaikan Erik Sitorus Pengawas Lapangan Proyek  menyebutkan bahwa untuk pengalihan air dari pinggir jalan yang datang dari atas menuju saluran, pihaknya mengaku bukan kapasitasnya.


Sementara pihak rekanan pemilik alat berat dan operator bekco,  J.Saragih  sebelumnya sudah pernah berjanji pada pemilik lahan bahwa pihaknya akan mencoba untuk  mengembalikan atau diperbaiki lagi lahan yang rusak akibat rute alat berat.


Akan tetapi itu pun akan diperbaikinya setelah pengerjaannya itu sudah selesai," pungkasnya. 



Dani R

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar