Header Ads


 

Aktifitas Gotong Royong Bersihkan Lahan Sawit Di PTPN IV Bah Jambi Diduga Sarat 'Permainan'


SIMALUNGUN - Gotong royong di PTPN IV Kebun Bah Jambi terdapat kejanggalan. Pasalnya di perkebunan lainnya gotong royong para karyawan di arahkan kepada kepentingan umum yang tidak berbau perawatan, semantara di Kebun Bah Jambi tidak demikian. 


Gotong royong yang dilakukan PTPN IV Bahjambi memanfaatkan tenaga karyawan pelaksana untuk melakukan pekerjaan seperti menunas, membabat piringan ataupun gawangan tanaman kelapa sawit,  bahkan merayut tanaman muda kebun baru yang dikerjakan menggunakan ajas gotong royong


Kegiatan itu diduga sangat tidak masuk akal terlebih lagi perusahaan telah menetapkan anggaran yang besar untuk biaya perawatan tersebut, lalu kemanakah biaya perawatan tersebut mendarat?


Hal ini sudah berjalan bertahun-tahun dan para karyawan pelaksana tidak ada yang berani mempertanyakan karena alasan takut akan ancaman dan tekanan dari pihak perusahaan Kebun itu sendiri.



Salah satu karyawan pelaksana yang tinggalnya di Afdeling, bahwa pihaknya setiap pagi gotong royong yang mengarah ke perawatan.


 "Tiap pagi memang kami apel bang, abis itu di arahkan kadang babat piringan, gawangan yang dapatnya bisa berhektar hektar. Sementara lokasi tersebut juga di upahkan pada para BHL khusus babat jadi kami bingung knapa harus di gotong royongkan?" Ucap karyawan yang tidak mau namanya dipublis tersebut.


Hal senada juga disampaikan karyawan lainnya, pihaknya dan karyawan lain pernah merawat tanaman muda dengan istilah (Merayut) yang arealnya juga luas. 


"Pernah juga ngrayut kebun baru bang, bahkan hampir berminggu minggu, bersihlah puluhan hektar. Sementara kan itu uda ada anggarannya kenapa malah kami ini yang disuruh mengerjakan kan, janggal bang, padahal pengerjaan dimaksud bukannya telah dianggarkan dan ada dananya  kemana coba uang anggarannya itu" sebutnya dengan kesal.


Salah satu karyawan pensiunan kantor mengatakan,  bahwa proyek perawatan Tanaman Muda atau Kebun Baru pada umumnya di limpahkan ke vendor yang bersangkutan. 



"Mulai dari proses penumbangan, pengolahan tanah, penanaman kacangan hingga pekerjaan perawatan baik perayutan hingga penyemprotan hama maupun gulma rumput. "Semua pekerjaan Kebun baru memang urusan vendor bang,"  


"Sehingga pihak kebun hanya berurusan sama vendor kalo masalah pekerjaan lapangan yang kurang baik atau kurang memuaskan. Tapi gak tau lah pimpinan ini, cuma mereka lah yang tau bang. Saya gak berani berkata banyak" katanya.


Untuk diketahui, aktivitas gotong royong ini sudah dilakukan bertahun-tahun dengan terstruktur rapi, sehingga terkesan tertutup.


Sementara itu, manajer perkebunan  Bah Jambi PTPN IV saat dikonfirmasi menyarakan kepada awak media ini untuk mengkonfirmasi kepada avdeling masing-masing.


"Baiknya abg konfirm dl kebenarannya ke afd ybs,,tidak semua pekerjaan pemel itu di borongkan. Silahkan saja abg konfirm ke afdnya, biar lbh jelas dan tdk menduga duga," balas pesan Whatshapnya.


Akan tetapi, saat awak media ini menyambangi setiap afdeling perkebunan, hampir semua pegawai asisten lapangan tidak ada ditempat. 


"Terkait Gotong Royong dimaksud memang pihak kami pun melakukan Gotong Royong tersebut. Sebab bila pelaksanaan yang terhenti dua bulan lalu yang masih naggung, bila tidak dikerjakan kembali tambah semak. Ya kami kerjakan ketika ada waktu senggang." Ucap Irwan Sanjani Azli SST, selaku asisten di afdeling 6.


Lanjutnya, sehingga dapat berharsil ditata dan dikerjakan oleh para petugas Afdeling 6 tanpa harus menunggu pengajuan dana anggaran pekerjaan, maka kami kerjakan secara gotong royong.


Editor red.

Liputan Dani R


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar