Header Ads

 

Masa Barisan Relawan Penggerak Desa Brigade 01, Berunjuk Rasa Depan Gedung DPRD Simalungun


SIMALUNGUN - Ratusan masa yang tergabung dalam bendera Brigade 01 dibawa Komando Royani Harahap tanpa pengawalan Personil Polisi polres Simalungun dan Sat Pol PP serta Sambutan dari pihak tuan rumah yakni Ketua DPRD hanya Wakil DPRD Simalungun  Sastra Jo Sirait yang setia menampung unek -unek para Peserra Unras pada unjuk rasa sesend pertama. Kamis (25/11/2021) sekira pukul 10:00 WIB hingga 14:00 WIB 


Tampak dari pantauan Awak Media Ini, saat para peserta yang awalnya akan melanjutkan Aspirasinya dikantor Bupati Simalungun,  


Selain itu  ratusan peserta unrasmenruskan  unjuk rasanya di Halaman Kantor Bupati Simaungun. 

Benarkah pihak kepolisian menyebutkan bahwa aksinya Brikade 01 dimaksud tidak memiliki ijin.


Sementara saat Awak media ini melakukan klarifikasi pada Ketua Koordinator Aksi dimaksud, Royani Harahap menyebutkan bahwa aksi yang digelarnya itu sudah eayangkan pemberitahuan pada pihak kepolisian Polres Simalungun. 


Kabarnya surat permohonan untuk melakukan aksi Unrasnya Wartawan media ini mendapat informasi bahwa surat yang dilayakan pihak koordintor aksi hanya sampai dipenjagaan saja ucap suber. 


Sementara orasi diKantor DPRD Para pengunjuk rasa disambut oleh wakil DPRD  Sastra Joe Sirait SH, yang berjanji akan menindak lanjuti dan menyampaikan pada pihak Eksekutif dalam hal ini Bupati simalungun agar Regulasi Anggaran Dana ADD Agar tidak interpensi. 


Walau kabarnya tak memiliki ijin dari pihak Kepolisian Polres Simalungun Aksi Unras Orasi Damai tetap dilakukan  oleh  ratusan peserta demo secara bergantian  orasi pun berkumandang dengan lantang para Orator  yang pertama dilakuakn Ketua Brikade 01 Royani Harahap dilanjutlan oleh para orator lainnya. 


Begitu juga aksi Unras yang dilakukan dimuka halaman Kantor Bupati Simalungun, Royani boru Haragap menyampaikan bahwa, Anggaran Dana Desa sudah 7 tahun dibawah interpensi pihak pemerintah khususnya BPMPN Simalungun. Sehingga Brikade 01 dalam hal ini meminta sejumlah tuntutan diantaranya. Reshufle jajaran pegawai BPNPN Simalungun,  Pembagian Anggaran Dana Desa Agar Transparan dan proporsional, Segerakan Regulasi Anggaran Dana Desa serta  Jangan Interpensi pada Usulan di Nagori /Desa terkait penggunaan Dana Desa.


Selain itu juga Ketua Brikade Royani Harahap, menyebutkan bahwa Pemerintah Simalungun dipimpin Radiapoh Hasiholan Sinaga RHS tak seauai janji politiknya Namun malah sebaliknya Rakyat Harus Susah " 

bukan Rakyat Harus Sejahtera ujar hal itu serupa dengan Orator lainnya yakni Padli.

Tak hanya itu Royani pun menuduh Pemerintah Simalungun khusunya BPMPN yang terlalu merasa dicengkram apa lagi dalam  waktu dekat Para Pangulu Nagori Kepala Desa, harus menyerahkan sejumlah uang sebasar 14 juta per satu Nagori ubtuk  2 orang perangkatnya x 386 Nagori untuk biaya Pembinaan atau bintek PKK. 


Bahkan Royani pun menuduh pada mantan Kepala Dinas BPMPN Sarimuda Purba dan Robbet Kenedi pun disoroti, para peserta demo sebagai lumbung yang menyerap duit puluhan hingga  ratusan juta sebagai hasil aksi Korupsi secara Kolektif. Beber Royani  Harahap. 


Selain itu juga menurut panya  beberapa Orator sempat juga menujuk pada Posisi Hotel Simalungun sebagai tempat eksekusi pemerasan secara paksa pada penggelontoran Anggaran Dana Desa dimasa JR Saragih menjabat Bupati saat itu. 


Mereka mengklaim Simalungun dari kondisi yang bokbrok kini tambah hancur bahkan Dipimpin oleh pengusaha yang notabene sebagai pengusaha Koperasi di Wilayah Batam Akan tetapi jangan berharap RHS bisa melakukan Kedudukan jabatannya sebagai Bupati Simalungun sama seperti menggelindingkan roda pememrintahannya seperti usaha Koperasi miliknya itu. Ujar salah seorang orator aksi.


Ketua Barisan Relawan  Desa (Brikade) Royani Harahap diakhir orasinya menyebutkan sejumlah tuntutannya  diantaranya Pemkab Simalungun agar segera  meresufle Para stuktur pegawai di Dinas DPMPN mulai dari pucuk hingga ke akar -akarnya yang disinyalir DPMPN Simalungun kerap dijadikan sebagai tempat pungutan liar Dana ADD tersebut.


Dani R

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar