Header Ads

 

Bupati Simalungun Segera Perintahkan Inspektorat Terjun Langsung Proyek Kinerja Pangulu Marihat Butar


SIMALUNGUN - Bupati Simalungun Radiapoh Hasiolan Sinaga mengatakan akan memerintahkan bidang inspektorat Pemkab Simalungun untuk melakukan pengecekan terkait adanya dugaan proyek rabat beton di desa Marihat Butar, Nagori Marihat Butar Kecamatan Bosar Maligas, yang di duga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Hal itu diungkapkan Raidapoh melalui pesan singkat Whatshap saat dikonfirmasi awak media ini. Selasa (26/10/2021) pukul.21.30 wib kemarin.


"Terimakasih pak, saya akan perintah untuk di periksa oleh Inspektorat dulu ya pak," Ujar RHS menanggapi pesan Whatshapp awak media ini.


Diberitakan sebelumnya, proyek rabat beton yang menggunakan Dana Desa sebasar Rp Rp. 99.093.000 didesa Huta III Marihat Butar, Nagori Marihat Butar  Kecamatan Bosar Maligas diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.


Pantauan awak media ini, Selasa (26/10/2021), pukul. 10.15 wib, proyek rabat beton dengan volume 114 x 3,25x0,15m, yang dikerjakan warga setempat itu dilakukan tanpa pengawasan oknum Pangulu/Kepala Desa Marihat Butar. Dan dilokasi proyek pengerjaan ada sebuah jeregen berwarna kuning, berukuran 1 literan dengan merk Sika Cim Concrete Additive yang berisi Bahan Kimia untuk mempercepat pengerasan Beton.


Salah satu warga yang ikut melakukan proyek pekerjaan rabat beton dilokasi saat disambangi awak media ini menyebutkan bahwa kepala desa/pangulu tidak lama di lokasi mengawasi pekerjaan.


"Pangulu Sukendar hanya sebentar saja  datang pak, untuk memantau kami dalam pengerjaan Proyek Pengerasan Jalan Rabat Beton ini," ujarnya.


Namun saat awak media ini menyambangi kantor kepala desa, Sekundar tidak berada di ruang kerjanya.


"Pangulu tidak berada di kantor pak, dia sedang di lapangan, untuk nomor handphone nya lebih baik saat ketemu di kantor camat saja ngobrol dengan pangulu kalau ada yang mau di pertanyaan," sebut salah satu staff yang mengaku sekertaris desa.


Anehnya, tidak lama kemudian, sekdes tersebut memberikan nomor handphone Pangulu. Akan tetapi nomor HP yang diberikan itu tidak dapat di hubungi untuk di konfirmasi terkait Proyek Rabat Beton dimaksud.


Camat Bosar Maligas saat dikonfirmasi melalui telepon whatsapp terkait adanya dugaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tersebut, mengatakan dirinya akan melakukan pengecekan ke lokasi proyek.


"Kami akan cross check ke Nagori tersebut ya Pak, dan kalau ada temuan tidak sesuai di lapangan langsung hajar saja,"Ungkap Camat Bosar Maligas melalui telepon whatsapp. 


Editor red.

Liputan Caisar.


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar