Header Ads

 

Sejumlah Warga Datangi Kantor Pangulu Nagori Simpang Pane Karena BLT

SIMALUNGUN - Diisukan ada nama warga baru yang terdaftar sebagai penerima bantuan BLT,  sejumlah warga mendatangi kantor pangulu   Pane, Nagori Simpang Pane, Rabu (10/06/2020) sekira pukul 09:30 WIB.

Kedatangan sejumlah warga ini diakibatkan tidak terimal atas data BLT yang dipandang tidak adil bahkan saat menyerahkan surat panggilannya pada warga dipandang sembunyi-sembunyi.

Tampak Personil Polisi dari Polsek Pane Tongah dan Anggota TNI dari Koramil 16  Pane Tongah disiagakan guna menjaga situasi kondusif saat warga menyampaikan unek-uneknya terkait Sejumlah Bantuan.

Bantuan Pemerintah untuk warga Sebagai terdampak Copid 19 pada perangkat Desa Simpng Pane Kecamatan Panombean Pane tersebut.

Sejumah Warga dari Tujuh Dusun dibagi bergiliran  saat menyampaikan uenk eneknya itu pada perangkat dalam hal itu Kepala  Desa Simpang Pane Palmin Siahaan.

Penyampaian warga pada giliran kedua, Unek-unek yang disampaikan warga secara terperinci sesuai konsep yang diserahkan pada Pangulu Nagori, Daramil 16, Camat Pane Inatius Bangun Barus serta personil Polsek yang mewakili Kapolsek Pane Tongah AKP Juni Hendrianto.

Warga yang memadati menyampaikan inspirasi lewat Audensi dengan para perangkat Pangulu Nagori Simpang  Pane Kecamatan Panombean Pane Kabupaten Simalumgun.

Audensi yang dilakukan warga dimaksud menyangkut Bantuan BLT yang dialokasikan dari Anggaran Dana Desa 2020, yang hanya 97 KK saja, dari jumlah  lebih kurang sebanyak 600 KK dari tujuh Dusun itu.

Sedangkan warga yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Kemensos berupa BST 107 dan PKH 72 BPNT 82
Pangulu Simpang pane Falmen  Siahaan saat dikonfifmai awak media Seperti biasa Pangulu Nagori menyampaikan bahwa data dimasud saat diterimanya sebagai hasil kerja pendatan dari Perangkatnya,  selanjutnya kami serahkan ke Kantor Camat Panombean pane.

Kemudian oleh Pihak kantor Camat menyerahkannya data dimaksud  ke Kantor Dinas Sosial Pemkab Simalungun. Dan diteruskan ke Kantor Kementrian Sosial.

Akan tetapi hasilnya sungguh diluar harapan, Apa sebab data yang kembali sebagai jawaban ternyata diduga hanya Copi Paste hal itu dikuatkan dengan adanya data warga yang sudah meninggal masi muncul namanya tak hanya itu PNS pun ada.

Warga pun meminta pejelasan bahwa ada nama salah satu warga dengan nama dan marga yang sama akan tetapi Warga lama dan warga yang baru dan diisukan bahwa yang baru dapatan BLT. Hal itu pun dijelaskan Kepala Desa bahwa warga yang lama lah yang berhak mendapat sementara yang baru hanya mendapat sembako saja." ucapnya

Namun warga tetap menuntut pada Kepala Desa, dan Kecamatan Panombean pane agar oknum salah satuvPerangkat Desa agar dicopot atau diberhentikan perangkat desa itu yang dituduh arogan saat mengugah mempostingnnya  dimedia sosial.

Camat Panombean Pane, Gantinius Bangun menjawab permintaan warganya itu, akan kita kembalikan pada kebijakan pada Kepala Desanya dengan  mengikuti Mekanismenya. Selain itu juga harus mengikuti prosedur serta diberi jaminan permasalahan ini akan tetap diproses. Namun dengan ulah  sejumlah warga yang hadir dan bolak-balik sambil menyampaikan unek-unaknya sesuka hati dan terpanda kurang beretika

Hingga Danramil 16 Kapten Infantri Chaerul Azwan, sempat panas dibuatnya. Sehingga diakhir acara Danramil dan Camat serta Kepala Desa pun meminta maaf pada warga yang melakukan audensi dimaksud,  mereka pun kemudian membubarkan diri.

Pewarta Dani R
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar