Header Ads

 

Dari Balik Jeruji Besi, Simon Hutauruk Mampu Sekolahkan Anaknya Sampai Kuliah

BALIGE - Salah satu warga binaan (Narapidana) Rutan kelas II B Balige, Kabupaten Tobasa yakni Simon Batara Hutauruk (40) yang dijatuhi hukuman enam tahun, tiga bulan atas pelanggaran hukum yang dilakukannya itu sia mampu menguliahkan anaknya dari balik jeruji besi.
Dikutip dari media online newscorner.id, Ia memilikii seorang istri dan tiga orang anaknya  harus menyambung hidup tanpa kehadiran Simon di antara mereka.
Namun dengan berbekal sedikit pengetahun dan keahlian di bidang pertukangan, Simon mulai mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Rutan Kelas II B Balige.
Sejumlah karya seni pun mulai dihasilkn dari tangannya. Mulai dari miniatur rumah adat dari beberapa daerah yang ada di Nusantara, furniture, dan lainnya.
Perlahan Simon mulai menghasilkan rupiah. Karya tangannya mulai dikenal dan diminati pembeli. Tentunya dengan dimanage oleh petugas Bimbingan Kerja (Bimker)di Rutan.
Saat ditemui Newscorner.id, di Stand Pameran yang disiapkan panitia Toba Caldera World Music Festival 2019, Bukit Singholom, Tobasa, Simon yang telah menjalani lebih dari sepertiga masa hukumannya itu pun mengisahkan bahwa ia memiliki tiga orang anak.
Anak sulungnya kini mengecap pendidikn di Universitas Diponegoro, anak keduanya baru saja menamatkan Sekolah Menengah Pertama dan hendak melanjut ke Sekolah Menengah Atas.
Anak bungsunya yang ia tinggalkan saat usia tiga bulan, kini telah berusia empat setengah tahun. Sang istri berjuang melanjutkan hidup sebagai buruh cuci.
Namun beban istrinya dapat berkurang sejak Simon menelurkan karya-karya seni di Rutan tempatnya menjalani hukuman.
Dari setiap karyanya yang dijual, ia mendapatkan rupiah bagi hasil. Uang itu lah selanjutnya yang ia berikan kepada sang istri untuk memenuhi kebutuhan hidup kelurga. Termasuk biaya sekolah dan kuliah anaknya.
Tak lama lagi, tepatnya tahun depan Simon pun akan kembali ke masyarakat dan dapat berkumpul kembli dengan keluarganya.
Ia pun berniat untuk melanjutkan berkarya di dunia bebas. Namun kini ia tengah memikirkan permodalan dan investor yang mau bermitra dengannya kelak.
Petugas Lapas Rutan kelas II B Balige, Christian Siallagan yang mendampingi Simon saat ditemui Newscorner.id menyampaikan Simon masuk dalam binaan Bimker.
Dalam memproduksi karya-karya tersebut, ada 20 warga binaan yang terlibat. Dimana sebanyak lima orang ahli dan dibantu 15 warga binaan lainnya yang membantu mulai dari proses pengambilan kayu hingga pembuatannya.
Disampaikannya sejak tahun 2014 di Rutan tersebut diadakan pelatihan bimbingan kerja di bidang tersebut.
Produk-produk yang mereka hasilkan pun sudah ada yang sampai ke luar negeri. Bahkan Pemerintah Kabupaten Tobasa pun kerap meminta karya dari san untuk dipakai dalam pameranndan sejenisnya.
Setiap karya warga binaan yang terjual, hasilnya akan dibagi kepada pemilik karya.
Untuk bahan baku, mereka menggunakan kayu “Jior”, jenis kayu keras yang termasuk endemik di kawasan Danau Toba.
Hingga saat ini pelatihan dan produksi karya warga binaan di Rutan tersebut masih berlangsung.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar