Header Ads

 

Pemkab Simalungun Gelar Buka Puasa Bersama di Kecamatan Panei

SIMALUNGUN - Kegiatan Penyantunan Anak Yatim Piatu sekaligus Buka Puasa bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun dengan masyarakat, kali ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Panei Tongah, Kecamatan Panei, Simalungun, Senin (20/05).

Sekretaris Daerah Simalungun yang juga Ketua Umum Panitia Buka Puasa Bersama Drs Gidion Purba M.Si dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan penyantunan anak yatim sekaligus buka puasa bersama ini merupakan komitmen Pemkab Simalungun dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sekaligus merupakan bentuk kerinduan dari Bupati Simalungun untuk bertatap muka langsung bersama masyarakat.

"Dalam konteks keagamaan, ini merupakan bentuk ketaatan kita pada perintah agama. Sekaligus juga silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat," ujar Sekda.

Sebelumnya kegiatan Buka Puasa Bersama ini diawali dengan pembacaan ayat Suci Al-Quran oleh Zulfadli Lubis dan saritilawah Sistia Dewi.

Tokoh masyarakat yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, Purnama Girsang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bupati Simalungun selama masa kepemimpinannya selalu perduli dan respon dengan permohonan dari masyarakat. Ini dibuktikan dengan beberapa kali dirinya mengajukan permohonan perbaikan jalan di daerah Kecamatan Panei dan langsung direspon oleh Bupati dengan melakukan perbaikan jalan.

"Saya sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan jalan dan semuanya dikabulkan oleh Bupati. Namun kali ini kami mohon kiranya Bapak Bupati untuk membantu kami mengenai saluran air bersih dan pembangunan Masjid Al Kautsar," ujarnya.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan pemberian santunan dan bingkisan kepada 100 anak yatim yang berasal dari Kecamatan Panei, Panombeian Panei dan Kecamatan Raya. Santunan diserahkan langsung oleh Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM, Wakil Bupati Ir Amran Sinaga M.Si, Sekda Drs Gidion Purba Kapolres Simalungun AKBP M Liberti Panjaitan, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, tokoh masyarakat Purnama Girsang, Al Ustadz H Bambang Irawan Hutasuhut dan Camat Panei.

Bupati Simalungun Dr JR Saragih, SH, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Simalungun sangat bersyukur dengan keberadaan Pesantren Al Kautsar di Simalungun. Menurut Bupati, pendidikan di Pesantren telah berhasil melahirkan generasi yang berprestasi dan memiliki adab budi pekerti. Pesantren juga merupakan lembaga pendidikan yang perduli kepada anak anak yatim.

"Di Pesantren ini anak- anak dididik tidak hanya untuk mendapat ilmu pengetahuan namun juga adab budi pekerti, hal ini yang semakin kurang dimiliki oleh anak- anak kita saat ini," ujar Bupati.

Menanggapi permohonan dari Pimpinan Pesantren Al Kautsar, Bupati atas nama Pemkab Simalungun memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Al Kautsar sebesar 200 juta rupiah. Untuk permasalahan distribusi air bersih, Bupati memerintahkan kepada Kadis PUPR Benny Saragih dan Direktur PDAM Tirtalihou Betty R Sinaga segera melakukan pendistribusian air bersih di wilayah tersebut.

Menanggapi maraknya pemberitaan serta hasutan mengenai 'people power' akhir- akhir ini, Bupati mengajak seluruh masyarakat serta aparatur Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk tidak terlibat dengan hal tersebut.

Bupati menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memelihara persatuan dan kesatuan.

"Mari kita hormati proses yang sedang berlangsung. Jika tidak puas, ajukan keberatan dengan mekanisme hukum yang berlaku. Jangan mudah terprovokasi karena nantinya kita sendiri yang akan rugi," tambah Bupati.

Tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh Al Ustadz H Bambang Irawan Hutasuhut S.Ag mengangkat tema silaturahmi dan kasih sayang. Dikatakan, bahwa bulan Ramadhan menjadi bulan keberkahan untuk saling berbagi kasih dengan anak-anak yatim dan kaum papa.

"Orang pendusta agama adalah orang yang tidak mau memperhatikan anak yatim dan orang yang menghardik orang miskin," ujarnya.

Ditambahkan olehnya, bahwa dirinya sangat terharu dengan perkataan Bupati tentang kurangnya pendidikan Budi pekerti pada sekarang ini.

Menurutnya saat ini generasi muda semakin kehilangan Budi pekerti dan kurangnya kepedulian terhadap sesama. Sehingga merupakan tugas bersama Pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia.

"Budayakan saling tolong menolong untuk menghilangkan kebencian, Tuhan menciptakan perbedaan untuk menjadikan manusia saling bertolongan dan membantu," tambahnya.

Sumber Kominfo.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar